Mengenal Stunting pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Deteksinya

Ringkasan
- Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis atau jangka panjang, termasuk sejak dalam kandungan.
- Ciri utamanya adalah tinggi badan yang berada di bawah standar usia atau berada di bawah -2 SD pada kurva pertumbuhan WHO.
- Gejala penyerta meliputi berat badan rendah, lingkar kepala kecil, anak mudah sakit, serta keterlambatan dalam belajar.
Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan prioritas utama bagi setiap orang tua. Salah satu kondisi yang menjadi perhatian serius dalam kesehatan anak adalah stunting. Berdasarkan informasi dari, stunting didefinisikan sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, yang ditandai dengan tinggi badan yang jauh di bawah standar usia.
Penyebab Utama Stunting
Kekurangan nutrisi menjadi faktor pemicu utama terjadinya stunting. Menurut, kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi jangka panjang, yang bahkan bisa dimulai sejak anak masih berada di dalam kandungan. Hal ini dipertegas oleh yang menyatakan bahwa stunting dapat terjadi karena kekurangan nutrisi pada anak maupun saat masa kehamilan.
Mengenali Gejala dan Ciri-Ciri Stunting
Deteksi dini sangat penting untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Terdapat beberapa ciri fisik dan perkembangan yang dapat menjadi indikasi stunting:
- Postur Tubuh: Anak memiliki postur yang pendek atau sangat pendek untuk usianya.
- Berat Badan: Berat badan anak cenderung rendah, kurang, atau tidak bertambah sesuai dengan usianya.
- Perkembangan Fisik Lainnya: Lingkar kepala yang kecil dapat menjadi tanda adanya gangguan perkembangan otak.
- Kondisi Umum dan Kognitif: Anak sering terlihat lemas, kurang aktif, mudah sakit, serta mengalami lambat belajar.
Cara Mendeteksi Stunting secara Akurat
Untuk menentukan apakah seorang anak mengalami stunting atau berisiko stunting, diperlukan pengukuran yang terstandarisasi. Berdasarkan informasi dari, seorang anak dapat dikatakan berbadan pendek atau berisiko stunting jika hasil pengukuran tinggi badannya berada di bawah -2 SD pada kurva pertumbuhan WHO.
Selain pengukuran tinggi badan, pemantauan status gizi secara menyeluruh juga diperlukan. menyebutkan bahwa deteksi dini mencakup pemantauan status gizi kurang atau buruk, serta pemeriksaan lingkar kepala untuk melihat perkembangan anak secara komprehensif.
Dengan mengenali ciri-ciri dan melakukan deteksi dini melalui standar kesehatan yang tepat, orang tua dapat mengambil langkah penanganan yang diperlukan demi masa depan tumbuh kembang anak yang lebih baik.
Sumber / Sources
- Berat Badan Anak Kurus, Termasuk Stunting atau Hanya Genetik?
- Berapa Tinggi Badan Anak 1 Tahun yang Ideal? - Generasi Maju
- DDTK Bayi dan Balita: Aturan Usia, Manfaat Beserta ... - Haibunda
- Gejala Stunting Pada Anak - TikTok
- Ciri-Ciri Wasting dan Stunting pada Anak - Lemon8 App
- Kenali Ciri Stunting pada Anak Sejak Dini - Halodoc
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter atau ahli kesehatan terdekat.